Kamis, 24 Juni 2021, WIB

Kamis, 03 Jun 2021, 14:52:59 WIB, 14 View Administrator, Kategori : Kehutanan

TEKNIK PERSEMAIAN

ALBASIA/SENGON LAUT

(Paraserianthes falcataria)

Oleh : Ahmad Haryadi, SST


PENDAHULUAN

Di lahan kering khususnya untuk kegiatan hutan  rakyat, Sengon Laut merupakan pilihan yang banyak diminati masyarakat terutama pada daerah pegunungan maupun dataran tinggi. Hal ini dikarenakan umur tanaman yang pendek mudah perawatan, tidak menghendaki spesifikasi tanah secara khas, tahan terhadap hama penyakit dan dapat ditanam secara monokultur maupun multikultur. Dalam usaha tani hutan rakyat bibit mempunyai peranan yang penting dalam mencapai keberhasilan budidaya untuk mendapatkan produksi yang optimal.

Persemaian adalah upaya atau kegiatan untuk mendapatkan bibit yang sesuai standar kualitas, tujuan penanaman dan jumlah yang dibutuhkan. Untuk itu persemaian diusahakan dengan teknik-teknik pembibitan tertentu sesuai dengan jenis dan kondisi benih. Dalam folder ini disajikan teknik persemaian secara garis besar. Adapun pengembangan  lebih lanjut dapat dikembangkan sendiri oleh petani

Persemaian sengon laut pada dasarnya hampir sama dengan pembibitan pada umumnya, kecuali dalam perlakuan perkecambahan mempunyai teknik-teknik secara khusus.

TEKNIK PERSEMAIAN

          Teknik persemaian meliputi kegiatan-kegiatan :

Persiapan Lokasi

Persiapan lokasi dimaksudkan untuk membuat atau merencanakan jumlah luas yang diperlukan dalam pembuatan bibit.

       Pembuatan Bedengan

  • Tanah dicangkul/dibajak secara keseluruhan agar tanah bagian bawah terbalik.kemudian dilakukan pengairan
  • Pembersihan rumput liar serta penggemburan tanah.
  • Buat bedengan setinggi 30 Cm lebar 1 M dan panjang sesuai keadaan lahan
  • Buat saluran drainase air diantara bedengan selebar 30-40 Cm
  • Buat saluran drainase air induk untuk menampung drainage diantara bedengan selebar 40-50 Cm
  • Buat jalan inspeksi selebar 2 M

       Pembuatan Naungan

  • Naungan dibuat dengan bahan yang ada disekitar lokasi; bambu dengan naungan daun kelapa, kayu dengan naungan fiber/plastik.
  • Naungan dibuat menghadap timur dengan tinggi muka 1,5 M dan belakang 1 M

Media Tanam

Media tanam untuk persemaian sengon adalah tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 5 : 1. Bahan tersebut dicampur secara merata. Setelah media tercampur dimasukkan kedalam kantong plastik atau polibag selanjutnya ditata dalam bedengan dengan diberi penyangga pada tepi bedengan agar tertata rapi.

Perkecambahan

Perkecambahan adalah perlakuan benih agar tumbuh tunas secara serempak, hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan di polibag dapat merata.

Tahapan perkecambahan antara lain :

Pengumpulan biji dari hasil panen

Biji dikumpulkan dari pohon induk yang baik

Penjemuran/Pengeringan

Pengeringan biji melalui bantuan sinar matahari, agar tunas mengalami dormansi serta tidak ditumbuhi jamur. Biji dijemur ± 3 hari, atau biji ditandai mengkilat dan apabila ditekan terasa keras dengan bobot 1 Kg jumlah bijinya ± 40 ribu.

Seleksi biji yang baik

Biji dipilih dengan ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, bentuk yang baik tidak terlalu bulat atau pipih serta yang tidak terluka baik pada lembaga atau daging buahnya.

Penyimpanan

Benih disimpan dalam karung atau kaleng dan ditutup rapat

Penyiraman

Penyiraman  bertujuan untuk membangunkan masa dormansi dan memperlunak kulit biji agar mudah pecah bila lembaga mulai tumbuh. Penyiraman menggunakan air mendidih dengan cara benih ditaruh disaringan sehingga air langsung tercurah

Perendaman

Perendaman untuk menyediakan air agar lembaga benih dapat muncul. Rendam benih selama 12 jam dengan air yang ditambah fungisida dengan dosis yang tertera pada label.

Ditiriskan

Buang air bekas perendaman, biasanya benih telah berkecambah selama 24 jam dan siap disemai.

Pembibitan

Dalam kegiatan pembibitan ada 2 poin yang utama yaitu penanaman benih dan pemeliharaan.

Penanaman benih

  • Buat lubang tanam dengan tugal pada tengah polibag dengan kedalam 5-7 Cm
  • Masukkan benih dalam lubang tanam sebanyak 2 benih/polibag
  • Tutup lubang dengan tanah yang gembur
  • Penyiangan, dilakukan seetelah bibit disiram air agar tidak merusak akar
  • Penyulaman
  • Pengendalian hama penyakit
  • Perawatan drainase secara periodic
  • Pemotongan akar, kegiatan dilakukan apabila akar tanaman keluar dari polibag dengan menggunakan cetok untuk mengangkat polibag dan pemotongan dengan gunting pangkas
  • Pemindahan bibit, yaitu pindah bibit yang tumbuhnya cepat dipinggir  bedengan dan diganti dengan bibit yang tumbuhnya kurang baik.

Pengangkutan Bibit

  • Kegiatan ini meliputi pengangkutan bibit yang sudah siap tanam (umur 2-3 bulan) dari bedengan ke pinggir jalan, kemudian pengangkutan ke lokasi tanam. Pengangkutan bisa menggunakan manual maupun alsin. Dalam pengangkutan bibit hindari perlakuan-perlakuan yang mengakibatkan bibit rusak seperti : penggenggaman pada batang tanaman, penumpukan bibit pada bak truk secara berlebihan

 

 

 



Kamis, 03 Jun 2021 Persemaian Sengon
Selasa, 04 Mei 2021 Hama dan Penyakit Pohon Jati


Tuliskan Komentar