A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: imagejpeg(): gd-jpeg: JPEG library reports unrecoverable error:

Filename: helpers/captcha_helper.php

Line Number: 323

Backtrace:

File: /home/ipkf9557/public_html/portal/application/controllers/Berita.php
Line: 56
Function: create_captcha

File: /home/ipkf9557/public_html/portal/index.php
Line: 294
Function: require_once

PENGAWETAN KAYU
Minggu, 08 Desember 2019, WIB

Senin, 11 Feb 2019, 21:58:32 WIB, 4030 View Administrator, Kategori : Kehutanan

 

 

 

 

 

 

 

PENGAWETAN KAYU

(Oleh : Ahmad Haryadi, SST.)

 

I. PENGAWETAN  KAYU

Merupakan proses perlakuan kimiawi atau fisik yang dilakukan untuk memperpanjang umur pakai kayu dengan meningkatkan ketahanannya terhadap serangga biologik. Secara garis besar ada dua metode pengawet ;

a. Pengawetan kayu tanpa ditekan, misalnya dengan cara pelaburan, penyemprotan, pencelupan dan perendaman.

b. Pengawetan kayu sistem vacum dan tekan.

 

II. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PENGAWETAN  SERTA CARA MEMPERBAIKI PENGAWETAN KAYU

Keberhasilan pengawetan tergantung pada tiga (3) faktor yaitu ;

a. Sifat-sifat kayu antara lain ; spesies kayu, volume rongga kosong, kayu global/kayu teras, struktur kayu dan ukuran pori-pori.

b. Sifat-sifat cairan bahan pengawetan antara lain seperti kekentalannya, gas yang larut dalam cairan dan bahan kimiawi pengawet.

c. Proses pengawetan.

Sedangkan untuk memperbaiki pengawetan kayu terutama menyangkut treatability (mudah tidaknya kayu menyerap bahan pengawet) yaitu dengan cara ;

1. Merubah ciri karakteristik kayu antara lain dengan mengepres kayu sehingga ketebalannya berkurang sekitar 5 sampai 15% atau dengan cara menguapi kayu ketika masih segar.

2. Mengubah proses pengawetan dengan cara membuat variasi tekanan yang dikenakan.

3. Mengubah cairan bahan pengawetan dengan cara merendahkan kekentalan bahan pengawet sehingga akan meningkatkan daya penetrasi.

 

III. LANGKAH -LANGKAH PENGAWETAN KAYU

  1. Penilaian Kayu

Sebelum perlakuan pengawetan, hal yang perlu dilaksanakan adalah ;

a. Pemilihan jenis kayu agar seragam

b. Sortimen/ukuran diambil yang sama

c. Kayu yang retak/rusak dipisahkan

d. Kadar air kayu sebaiknya kurang 25%

2. Perlakuan Selanjutnya

a. Menyiapkan bahan baku (kayu) yang sudah diseleksi dengan sortimen dan volume sesuai dengan rencana pembangunannya.

b. Dari bahan baku ini dijadikan komponen bangunan atau peralatan yang akan dibuat.

c. Setelah komponen tersebut selesai perlakuan pengawetan siap dilaksanakan.

3. Bagian Yang Perlu Diawetkan

Sebaiknya semua bagian bangunan dapat diawetkan atau bagian yang selalu berhubungan dengan tanah lembab, bagian yang hanya dipengaruhi cuaca dan tetap di jaga supaya tidak terendam air.

 

IV.  HASIL PENGAWETAN KAYU

1. Dapat meningkatkan umur pakai kayu

2. Menghemat uang secara nyata baik pada kontruksi permanen maupun semi permanen

3. Memungkinkan penggunaan sejumlah spesies kayu yang rendah mutunya karena tidak tahan lama

4. Konsumen dapat memperoleh keuntungan yang maksimal melalui penggunaan kayu yang telah diawetkan.

5. Pengawetan kayu serta prosessing nilai tambah kayu dapat menambah sumber pendapatan daerah.

6. Pengawetan kayu dengan meningkatkan daya tahan (durabilitas) secara nasional merupakan sambungan secara langsung terhadap usaha - usaha pelestarian sumber daya alam (SDA).



Senin, 11 Feb 2019 BUDIDAYA CABE JAMU
Senin, 11 Feb 2019 PENGAWETAN KAYU
Senin, 11 Feb 2019 BUDIDAYA KAPULAGA


Tuliskan Komentar



Fatal error: Maximum execution time of 30 seconds exceeded in /home/ipkf9557/public_html/portal/system/libraries/Session/drivers/Session_files_driver.php on line 254