Minggu, 19 Agustus 2018, WIB

Senin, 04 Jun 2018, 05:33:36 WIB, 49 View Administrator, Kategori : Kehutanan

Oleh: Yoyok Tri Setyobudi, S.Hut.

Pendahuluan

Garis pantai Kabupaten Kebumen membentang dari timur hingga ke barat sejauh 58 km.Kondisi pantai sebagian besar berpasir dan memiliki kelerengan yang landai. Tidak seperti pantai utara Pulau Jawa, kawasan pantai di Kebumen pada umumnya jauh dari pemukiman penduduk dan dari keramaian aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.

Kondisi pantai yang demikian ternyata memberikan keuntungan bagi siklus kehidupan penyu-penyu yang berada di Samudera Hindia. Beberapa lokasi di pantai Kebumen menjadi tempat pendaratan penyu untuk bertelur. Pantai Lembupurwo, Pantai Ambal, Pantai Petanahan, Pantai Criwik Puring dan Pantai Pasir selama ini teridentifikasi sebagai sarang telur penyu. Pada bulan Maret hingga November di antara pantai-pantai tersebut selalu ditemukan sarang telur penyu.

Meski satwa ini menyandang status sebagai satwa dilindungi menurut Undang-undang No. 5 Tahun 1990 namun keberadaannya di habitat alam masih menghadapi ancaman yang cukup besar. Perburuan telur dan penangkapan penyu menjadi ancaman utama bagi keberadaan penyu di wilayah Kebumen. Dalam 2 tahun terakhir potensi ancaman semakin meningkat dengan maraknya pembukaan tambak udang di kawasan sempadan pantai Kebumen.  

Upaya untuk mengatasi ancaman yang muncul tentunya menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak dalam rangka mempertahankan keberadaan penyu dan habitat alaminya. Tanggung jawab untuk melestarikan penyu dan habitat tersebut bukan hanya menjadi beban instansi pemerintah melainkan tanggung jawab bersama antara masyarakat, pemerintah, akademisi dan usahawan. Masing-masing pihak memainkan peran sesuai dengan kapasitas dan kompetensinya.

IPKINDO sebagai mitra Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen dalam menyukseskan program pembangunan kehutanan turut memberikan sumbangan pemikiran dan tenaga dalam program pelestarian penyu ini. Beberapa aksi yang telah dilaksanakan IPKINDO ditujukan untuk memperoleh pemahaman yang baik tentang keberadaan penyu beserta habitatnya, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang konservasi penyu dan mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan pelestarian penyu beserta habitatnya.

Dalam upaya menumbuhkan partisipasi masyarakat,IPKINDO melakukan identifikasi dan pendekatan terhadap aktor-aktor potensial yang akan memainkan peran besar dalam upaya pelestarian penyu. Terhadap aktor-aktor ini IPKINDO melakukan fasilitasi teknis penetasan telur penyudan pendampingan untuk membangunjejaring di antara komunitas pelestari penyu.Aktor-aktor ini selanjutnya didorong untuk mempromosikan aktivitas konservasi penyu dan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif di dalamnya.

Identifikasi dan Pendekatan Terhadap Aktor-aktor Potensial 

Meyakinkan masyarakat akan pentingnya aktivitas konservasi penyu bukanlah perkara mudah. Terlebih lagi di saat aktivitas ini dinilai mengancam perolehan pendapatan dari komersialisasi telur dan daging penyu.  Pelestarian penyu dinilai bukan hanya akan mengurangi pendapatan justru sebaliknya akan  menambah beban keuangan untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana penetasan dan biaya pemeliharaan tukik sebelum dilepasliarkan.

Mengidentifikasi individu-individu yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan atau hobiis dinilai sebagai langkah tepat untuk menjaring aktor-aktor yang mau berperan serta dalam upaya konservasi penyu. Melalui kegiatan kunjungan IPKINDO berupaya untuk membangun komunikasi dan berdiskusi dengan individu-individu tersebut. Individu-individu seperti ini cenderung lebih mudah untuk diajak memahami nilai penting konservasi dan membangun keswadayaanuntuk berkiprah dalam aktivitas konservasi.

Secara kuantitas memang tidak banyak individu yang mau menjadi mitra konservasi.Dari beberapa individu potesial yang tersebar di beberapa lokasi penemuan sarang telur penyu sejauh ini hanya ada 2 orang yang terlibat aktif dalam aktivitas konservasi penyu, yaitu Puniyo di Pantai Lembupurwo dan M. Fadil di Pantai Petanahan. Meskipun demikian diyakini kontribusinya akan berdampak besar terhadap kelestarian spesies dan peningkatan partisipasi masyarakat sekitar. Individu yang menjadi mitra konservasi ini tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis penetasan telur penyu namun juga aktif dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat sekitar untuk berperan dalam aktivitas konservasi penyu.

Studi Banding

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan motivasimitra konservasi ini IPKINDO berupaya untuk mempertemukan mereka dengan kader konservasi yang telah lama berkiprah dalam aktivitas konservasi penyu. Kegiatan ini diintegrasikan dengan emaMasyarakat Mengenai Dampak Perusakan Hutan yang dilaksanakan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Mitra konservasi,bersama dengan perwakilan dari beberapa Kelompok Tani Hutan Pantai, telah dua kali difasilitasi untuk belajar dari pengalaman praktisi konservasi penyu di Kabupaten Bantul. Fasilitasi pertama dilaksanakan dengan Kelompok Konservsi Penyu Mino Raharjo, Pantai Goa Cemara, Desa Gadingsari – Sanden. Selain belajar teknis penetasan dan perawatan tukik mereka juga menggali informasi tentang upaya penumbuhan partisipasi kelompok nelayan dalam konservasi penyu.  Dari kelompok binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul ini mitra konservasi juga memperoleh pengetahuan tentang upaya fund raisinguntuk mendanai kegiatan konservasi penyu.

Fasilitasi kedua berlangsung dengan kader konservasi yang pernah menerima penghargaan sebagai Kader Konservasi Terbaik Tingkat Nasional, yaitu Bapak Rudjito. Mitra konservasi diajak melihat dari dekat aktivitas penetasan telur penyu di Pantai Samas – Bantul.

Dari kader konservasi ini mitra konservasi belajar tentang karakteristik masing-masing jenis penyu dan teknik penetasan telurnya. Selain itu mitra konservasi juga diberi motivasi untuk menekuni konservasi penyu secara swadaya demi mempertahankan populasi penyu yang semakin terancam dan semata-mata demi  amal kebaikan. Mitra konservasi juga mendapatkan pengalaman berharga dengan menyaksikan sendiri betapa kerja keras kader konservasi ini telah diapresiasi oleh masyarakat luas, bukan hanya dari unsur pemerintah saja namun juga dari kalangan dunia usaha dan akademisi.

Kegiatan studi banding ini bukan semata-mata ditujukan untuk menggali pengetahuan dan pengalaman dari para penggiat konservasi penyu namun juga untuk kepentingan membangun jaringan informasi dengan para penggiat konservasi tersebut. Di antara para mitra konservasi sendiri melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh motivasi untuk membangun jaringan komunikasi dan informasi.   

Pendampingan Untuk Menggalang Dukungan Publik

IPKINDO mendorong para mitra konservasi untuk melakukan pendekatan kepada para pemburu telur penyu pada khususnya dan nelayan pada umumnya dalam rangka mensosialisasikan status penyu sebagai satwa dilindungi dan sanksi hukum yang akan diterima apabila melakukan pelanggaran berkenaan dengan satwa ini., Untuk kepentingan sosialisasi ini IPKINDO mengajak para mitra konservasi untuk melakukan pemasangan papan informasi pelestarian penyu di kawasan pantai. Selain itu juga membagikan informasi dalam bentuk leaflet.

Dalam musim pendaratan penyu, mitra konservasi didorong untuk berperan aktif melakukan himbauan kepada warga masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai untuk memberikan informasi keberadaan sarang telur penyu. Sebagai langkah awal untuk menumbuhkann partisipasi masyarakat mitra konservasi memberikan insentif dalam bentuk uang atas informasi yang diberikan terkait dengan keberadaan sarang telur penyu ataupun penyerahan telur penyu yang dipanen oleh masyarakat. Praktek yang terjadi selama ini masyarakat yang menemukan sarang telur penyu memilih langsung memanen dan menyerahkan kepada mitra konservasi daripada hanya menandai sarang dan memberikan informasi keberadaannya. Hal ini dilandasi oleh kekhawatiran apabila sarang telur penyu tersebut ditemukan oleh orang lain dan dipanen.

Dalam menyikapi kasus seperti ini mitra konservasi memberikan penyadaran bahwa uang yang diterima dari penyerahan telur penyu tersebut bukan sebagai hasil transaksi jual beli karena penyu merupakan jenis satwa dilindungi sehingga seluruh bagiannya tidak boleh dikomersilkan ataupun dikonsumsi. Uang tersebut diberikan sebagai penghargaan atas kerelaan mereka menyerahkan telur penyu untuk ditetaskan. Kepada mereka dijuga disampaikan bahwa tukik (anak penyu) dari hasil penetasan tersebut nantinya akan dikembalikan ke laut untuk meneruskan kelangsungan hidupnya.

Mitra konservasi bersama dengan IPKINDO mengemas kegiatan pelepasan tukik menjadi sebuah acara yang melibatkan banyak pihak. Hal ini dimaksudkan untuk mengajak publik melihat aksi nyata yang dilakukan oleh mitra konservasi sehingga pada gilirannya publik memberikan apresiasi dalam bentuk dukungan terhadap konservasi penyu.

Pada acara pelepasan tukik penyu abu-abu/ lekang (Lepidochelys olivacea)bulan November tahun 2015 ini mitra konservasi bersama dengan IPKINDO mengundang Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kebumen, Kepala Desa beserta perangkat Desa Munggu, Pecinta Alam SMA 1 Kebumen, Kelompok Ekskul Multimedia SMK 1 Kebumen dan beberapa warga masyarakat. Dalam acara tersebut juga melibatkan pengunjung obyek wisata Pantai Petanahan. Rangkaian acara ini terdiri dari sosialisasi konservasi penyu, pembagian leaflet, penyerahan papan informasi, pelepasan tukik dan diskusi ringan penetasan telur penyu.

Penutup

Pantai-pantai di Kebumen merupakan tempat pendaratan penyu yang akan bertelur. Keberadaan satwa dilindungi UU No. 5 Tahun 1990 di wilayah pesisir Kebumen ini memerlukan perhatian yang serius akibat ancaman perburuan telur dan penangkapan penyu untuk dikonsumsi.

Mitra konservasi sebagai mitra IPKINDO dalam aktivitas konservasi penyu melakukan aksi nyata dengan menetaskan telur-telur penyu yang diserahkan oleh masyarakat. Berangkat dari aksi nyata ini mitra konservasi bersama dengan IPKINDO berupaya untuk menggalang dukungan publik bagi konservasi penyu.

Daftar Bacaan

http://www.profauna.net/

http://www.menlh.go.id/

http://www.wwf.or.id/

http://www.warsi.or.id/



Senin, 04 Jun 2018 BUDIDAYA KAPULAGA


Tuliskan Komentar